MEMPERBANYAK ADENIUM
Untuk memperbanyak tanaman Adenium anda , yang dibutuhkan adalah
ketelitian dan kesabaran. Tanpa dua hal ini perbanyakan adenium anda menjadi "mission impossible". Untuk mengembangbiakkan Adenium dilakukan dengan
dua cara , yaitu generatif dan vegetatif. Perbanyakan secara
generatif adalah perbanyakan melalui biji yang dihasilkan dari persilangan. Sementara perbanyakan
vegetatif dilakukan melalui stek , cangkok , okulasi , sambung
(grafting) , sisip , atau pemecahan akar. Anakan hasil perbanyakan vegetatif mewarisi sifat-sifat
unggul induknya sedangkan perbanyakan secara
generatif akan dihasilkan anakan yang berbeda dengan induknya , dimana umumnya hal inilah yang dicari para breeder untuk menghasilkan hibrida adenium baru dengan bunga beraneka warna dan karakter pohon yang bermacam-macam.
Hingga saat ini telah terdapat berbagai macam adenium hibrida yang dikembangkan oleh Nursery di Thailand , Taiwan , India , Amerika , dan tentu saja Indonesia. Belum lagi persilangan yang dilakukan oleh penghobby yang tersebar dimana-mana , yang melakukan persilangan baik dari sekedar coba-coba ataupun secara serius. Sehingga untuk saat ini dapat kita jumpai bunga seperti lirik lagu Group Band Padi - " Semua tak sama , tak pernah sama tapi mirip-mirip".
Hal yang perlu diperhatikan dari pebanyakan adenium hasil persilangan adalah sangat tidak layak kalau mengatakan biji hasil persilangan dengan nama induknya. Akan lebih baik mengklasifikasikannya hanya berdasarkan warna bunga ataupun karakter dominan lainnya. Karena untuk pemuliabiakkan tanaman membutuhkan metode dan prosedur standar , sampai pada tahapan hasil persilangannya dapat diklaim sama dengan induknya dan stabil yang akan menghasilkan anakan yang relatif sama dengan induknya
A. MEMPERBANYAK DENGAN BIJI
Memperbanyak Adenium dengan cara Generatif (penyerbukan) dapat dihasilkan dengan melalui persilangan alam (dengan bantuan serangga) ataupun dengan Penyilangan sendiri (Hand Polynation) Penyerbukan melalui bantuan serangga terjadi karenaSaat hinggap di bunga secara tidak
sengaja , kaki lebah menyentuh benang sari , lalu ketika serangga tadi berpindah ke bunga lain serbuk sari (polen) menempel pada
putik bunga lainsehingga terjadilah penyerbukan. Jika penyerbukan berhasil
maka bakal buah akan membesar san berkembang menjadi buah. Penyerbukan secara alami tidak dapat dikontrol , bibit yang dihasilkan tidak dapat diprediksikan hasilnya / random. Untuk dapat menghasilkan bibit yang baik , yang mewarisi sifat unggul induknya (pertumbuhan cepat , memiliki bentuk bunga dan warna bunga yang baik , berbunga kompak) maka dilakukan dengan melakukan penyerbukan buatan. Adapun untuk langkah-langkah dari Persilangan Adenium dengan cara penyerbukan buatan dapat dilihat selengkapnya pada Mengawinkan Adenium
Buah adenium berbentuk panjang dan terdiri dari dua buah.
Setelah dua bulan kemudian , buah adenium akan matang. Menjelang
buah matang ditandai warna buah hijau kecokelatan. Pada saat
itu , buah sebaiknya diikat dengan tali. Pengikatan bertujuan
agar biji-biji yang berumbai tidak beterbangan saat buah matang
dan pecah.
Saat buah matang , biji dipanen dan siap untuk ditanam. Adapun langkah-langkah penyemaian / penanaman Biji Adenium dapat dilihat pada Halaman Penyemaian Biji Adenium
B. MEMPERBANYAK DENGAN STEK
Dari jaman dahulu sejak kita mengenal Adenium , sangat lumrah dimana-mana untuk memperbanyak adenium dengan dengan setek. Umumnya penyetekan dilakukan setelah dilakukan pemangkasan pada pohon induk. Untuk Penyetekan perlu dieprhatikan bahan setek dipilih dari
induk yang sehat dan cukup tua. Cirinya batang berukuran besar ,
sehat , dan berdiameter minimal 2 cm. Batang yang terlalu
kecil dan muda mempunyai tingkat resiko kegagalan yang cukup
besar. Setek jangan diambil dari batang utama karena sulit
bertunas. Tahapan perbanyakan dengan setek dijelaskan sebagai
berikut:
| 1. |
Potong batang sepanjang 10-15 cm. Sisakan 2-3 helai
daun untuk mengurangi penguapan. Gunakan pisau yang tajam
dan steril agar tanaman tidak terinfeksi. |
| 2. |
Setelah dipotong , kering anginkan batang ditempat yang
teduh selama 1-2 jam agar luka bekas pemotongan kering.
Bahan setek tersebut tidak boleh terkena air dan sinar
matahari langsung. |
| 3. |
Celupkan bagian yang terpotong dengan zat perangsang
akar , lalu kering anginkan dengan selama 1-2 jam. Setelah
itu , tancapkan batang setek pada media tanam sedalam 4-5
cm. |
| 4. |
Siram air secukupnya secara merata. Selanjutnya , letakkan
tanaman di tempat teduh dengan intensitas cahaya matahari
rendah , sekitar 60-70%. |
Setelah 6-7 hari , tanaman dapat dipindahkan ke lokasi yang
lebih panas. Pada saat itu , tanaman mulai segar. Jika 12-14
hari kemudian tanaman belum mengeluarkan tunas dan batang
terlihat kurus mk perbanyakan dengan setek dianggap gagal.
Pekebun di Indonesia jarang menggunakan cara setek untuk memperbanyak
tanaman karena relatif sulit dan membutuhkan waktu lama untuk
mendapatkan bonggol.
C. MEMPERBANYAK DENGAN SAMBUNG
Perbanyakan dengan sambung atau grafting paling banyak dilakukan
oleh pekebun adenium. Cara grafting dilakukan dengan menggabungkan
batang bawah dan batang atas dari jenis tanaman yang berbeda.
Keunggulan cara ini adalah dihasilkan tanaman yang lebih unggul
dibandingkan dengan induknya karena diambil dari jenis yang
berbeda. Selain itu , cara ini lebih cepat dan tingkat kegagalannya
rendah. Teknik Grafting / Sambung dijelaskan pada bagaimana menggrafting adenium.
|