Kiat mengembangkan adenium di negara kita musti banyak mencontoh Thailand yang telah lebih dahulu berkibar sebagai kiblat adenium khususnya di Indonesia. Setelah beragam bunga adenium ditawarkan, muncul trend baru dengan tanaman adenium arabicum yang didandani dengan berbagai macam nama..
Ternyata setelah ditelusuri, dinegara gajah putih inipun arabicum ya memang sekedar arabicum. Diberi nama hanya untuk membedakan bentuk ( form ) nya saja. Setelah dicek dan diperbandingkan, disalah satu website yang cukup menonjol asal sana, terlihat hanya disinilah sebagian besar nama-nama merk dan cap-cap tadi melambung dan terkenal bagai artis. Kiat bisnis yang harus diacungkan jempol, tapi itu sah-sah aja, karena dalam bisnis dewasa ini, kemasan menjadi faktor yang terpenting untuk dapat menjual produk. Dari beberapa rekan responden disana, umumnya hanya tau arabicum saja karena bapak dan emaknya ngga jelas, yang namanya Thai socotranum juga ngga banyak yang tau. Nama itu bukan hybrid, bukan juga asal-usul genetis, cuman nama seperti kita sering jumpai disini, Nona Lebat Bunga, Si Besar hitam, Si kecil Mungil. Cuman ya itu tadi, dari luar negeri kelihatannya eksotis banget, beda kalau namanya Neng Geulish, Jegeg Bulan, Selem Denges, atau Ayu Putri Kembang Sejuto, kesannya ndesoo...katrok..
Harus diakui sepak terjang pebisnis disana cukup top. Salah seorang pengusaha yang cukup berkibar menjual melalui website, awalnya bergerak dibidang seputar komputer, akhirnya banting setir karena mungkin prospek berjualan adenium mensupply Hobbiest di Indonesia lewat internet cukup menjanjikan. Selain itu penduduk Indonesia yang berjumlah 200 -an juta cukup potensial untuk dijadikan pembeli utama. Juga dia telah mempelajari perilaku orang-orang kita berdasarkan bisnis ikan Louhan, yang sangat membabi buta membeli produk-produk apa saja yang lagi trend.
Yang cukup mengherankan didalam meluncurkan produk baru, dilakukan hanya dengan mengumpulkan produk-produk yang ada dari nursery ke nursery, dari rumah kerumah. Kemudian dikumpulkan yang sejenis, yang memiliki karakter khas, warna batang sama, bentuk batang mirip, atau bonggol tidak jauh beda, akan diberi stempel nama baru dan dipasarkan sebagai persilangan baru ( yang parentnya juga mereka ngga tau ). Bahkan disanapun nama itu tidak dikenal, sehingga kalau ditanyakan ke nursery-nursery yang ada mereka akan menyebut produk "
generik "nya. Awalnya saya tidak percaya tetapi setelah melakukan" interview terselubung" seperti yang ada di Tipi-Tipi ala " Silet ", akhirnya terkuak juga. Ternyata caranya mirip dengan yang biasa dilakukan disini, cuman menang menempelkan merk, sehingga kelihatan eksotis, sesuatu yang tidak akan mungkin dilakukan disini. Karena sebagian besar pembeli akan mencibirnya. " Taneman Wong Ndeso" begitu mereka bilang. Lain dengan arabicum import yang bermerk sehingga terlihat lebih kinclong. Jadi kayaknya kita memang musti belajar banyak dari Thailand kalo ingin pertanian kita maju. Bisnis Pohon juga perlu sekolah marketing, ngga cuman ngerti ngomong bahasa tumbuh-tumbuhan, seperti yang sering dibilang bintang Tamu kita.
Sudah banyak yang teriak-teriak agar kita jangan ngimpor bonggol, beli biji aja kan hemat, nanti digedein didalam negeri, atau kita juga punya stok biji melimpah (padahal asalnya sami mawon). Idenya sih bagus, membangkitkan industri agrobisnis Tanah air, cuman ya banyak juga yang teriak-teriaknya ternyata hanya kedok. Wong dagangannya ngga laku, pantesan aja sok nasionalis, jadi serba susah juga, niat baik ternyata " ditunggangi " - hehehe sok politikus dikit biar keren. Belum lagi orang yang dibilang pakar atau pengen kalee dapet titel pakar, yang kerjanya teori-teori tok, seakan-akan bisa bicara dengan bahasa tumbuh-tumbuhan kalau menjelaskan segala sesuatu. Padahal di Thailand sendiri adenium ditanam sekedarnya saja, dan diperlakukan seperti tanaman. Mereka ngga ngerti apa itu hormon, apa itu bahasa yang aneh-aneh, petani disana juga sama kayak kita ya wong ndeso ini, katrok lah pokoknya ngerti karena berdasarkan pengalaman, dari mulut kemulut. Seandainya di negara kita juga bisa seperti itu, seandainya semua bisa berkembang kayak dinegara orang, seandainya kita bisa masuk tipi....seandainya...
myadenium.com : Gimana mas komentarnya untuk cuplikan diatas,. kan sama-sama wong ndeso ?
Tukul : Wajar, yang gini-gini wajar, karena mereka ngga ngoleksi jadi nanemnya seadanya, wong mau dijual semua ini. Wajar juga kita disini nanemnya musti super hati-hati, pake media khusus, pupuk khusus, air khusus, sedangkan yang punya makan garam aja, gimana ngga, lha wong belinya menyelewengkan dan menguras Anggaran Belanja Rumah Tangga, laporin KaPeKa baru tau rasa. Sobek sobek..
myadenium.com : Anehnya kok mereka maju banget bisa menuhin pasar kita?
Tukul : Di negeri sono itu, mereka memang difasilitasi oleh Pemerintahnya, disini yang mau berusaha malah dibikin susah sama oknum boro-boro dibantu, kalau bisa dipersulit kenapa juga dipermudah. Dan lagi disini yang ahli ilmunya bukan dipakai untuk memajukan tapi cuman dipake gagah-gagahan untuk nakut-nakutin orang aj, ilmu pake disembunyi-sembunyiin segala, macem-macemlah.Emangnya mau dibawa mati, mustinya kan sebagai yang ahli memberikan sumbangsihnya untuk memajukan negara,mendidik rakyat yang dibawah ini, ngga cuman nyari nama wong sudah pinter semua dan orang udah tau malah unjuk gigi, nyumbang kenapa .?.
myadenium.com : trus-trus....
Tukul : Disana kan
lahannya luas-luas dan memang untuk pertanian skala nya lumayan, ngga seperti kita disini nanemnya dihalaman rumah yang seiplik. Mereka itu memang Petani semua, mau ngaku jadi wong ndeso tapi yang penting maju ekonominya, disini yaah dipake sambilan, semua sambilan dasar katrok, wong hobby juga dipake nyari duit. Tiru dong saya kristalisasi keringat, pencapaian dengan pengorbanan siang dan malam..Kerja ya kerja, hobby ya cukup sebatas hobby. Jangan merampas ladang hidup orang lain. Kayak ayam aja saling patok aja sama temennya, yang satu dapet makanan direbutin sama yang lain. Wong rejekinya masing-masing. mau Kaya sampai berapa ha, Puas, puas, puas..
myadenium.com : Tapi kan hobby nyari duit sah-sah aja
Tukul :
Ya kalo namanya hobby trus bisa jual ya jangan merusak pasar, kan kasian orang-orang yang hidupnya memang tergantung dari adenium, rakyat kecil yang lagi nyari peluang kerja, ngumpulin uang 5 ribu perhari, ataupun kayak myadenium.com yang ngembangain adenium tanpa pamrih.... ya kan. Trus semua dirusakin sama makelar-makelar yang sebenernya ngga butuh duit sekian, cuman jadi mainan pas lagi trend aja. Padahal apa sih, mau kaya seberapa sih, mau terkenal sampai kemana sih, Puas puas puas... Semua mau dimakelarin.
myadenium.com : Maksudnya ?
Tukul : Makelar kan habis make kelar.
Ribut sebentar, teriak-teriak, grasa grusu, dapet bagian ya udah cukup segitu saja, trus giliran pohon apa lagi, aglonium, lagi gitu lagi. Ribut semua, ngga malu..liat saya, liat ..(teriak, mata melotot, makin mancung ... mulutnya ))
myadenium.com : ?????bingung - sakit jiwa kali bintang tamu ini ??
myadenium.com : Trus ada hal lain ?
Tukul : Kita juga musti banyak belajar dengan petani diluar, apa kelebihannya, wong disini sok pinter semua. Gimana mau bersaing dengan petani di Thailand ? Disana orangnya sabar profesional, spesialis, lagi musim adenium, yang nanem pohon lain sabar nunggu, bikin pohon lagi, kawin silangin lagi. bukannya ikut-ikutan nanem adenium. Disini dari pegawai negeri sampai pegawai kantoran semua pengen kaya jual adenium, emangnya MLM apa ? Disini musim cengkeh harganya mahal, pohon kopi ditebang semua, giliran panen, stok membludak, harga jatuh. wong semua ada jalannya. musti sabar nuggu giliran diatas. Hoby ya sebatas hoby, semua punya jalannya, yang pegawai negeri ya baktikan diri melayani, yang pengusaha kejer setoran sesuai bidangnya, yang ngga kerja ya coba kayak saya berusaha kristalisasi keringat, dan musti tekun. jangan semua mau diikutin..
myadenium.com : wah mas tukul kayak pengamat aja..
Tukul : ini kenyataan fakta yang tidak dapat dibantah.
myadenium.com : trus gimana menghadapi serbuan produk import ini, kok disini ngga ada gebrakan ?
Tukul : Makanya kita harus belajar banyak dari Petani sono, jangan cuman bengong duduk berpangku tangan, kita harus buktikan harus intelek, buktinya petani disana bisa cerdas, wong cuman di rebonding aja udah jadi arabicum jenis baru. nanti dilurusin dan disemir, dipotong pendek namanya ganti lagi. masih ada stok dibikin hitam, ganti nama lagi dibikin merah, kuning biru, jenis baru lagi. Tapi kita selalu beli terus, ngga peduli pemula atau pakar, kena aja semua. Kita ngga pernah mencoba, wong myadenium.com aja jual biji impor apa lagi itu cuting itu ... ngomong-ngomong apa itu ya cuting ????
myadenium.com : namanya juga disini ngga ada stok, banyak yang minta tolong, ya kita sediakan seadanya, bahan-bahan supaya bisa dipelajari, dikembangkan disini kan gitu, termasuk cutting tadi - itu batang adenium hybrid yang dipotong, itu juga kita import, biar prosesnya tinggal selangkah lagi. berbunga langsung disilang kan bisa jual biji deh ...semua punya adenium dirumahnya. jangan yang punya lantas sok banget bangga sah-sah saja karena ngga semua bisa punya lengkap koleksinya, jangan keterlaluan wong itupun beli, kalo bisa bikin baru... taneman ini.
Tukul : kok banyakan sampeyan yang jelasin, kan saya bintang tamunya ?
myadenium.com : ehe ..Maap mas Tukul keterusan tadi. Kita kembali ke LAPTOOP. Trus kita musti gimana, dengan membanjirnya macem-macem produk luar ini
Tukul: nah itu baru intelektual. mikir strategi dan siasat kedepan yang bener, ya kita beli jangan liat namanya, liat barangnya, kalo bagus beli, dan jangan malah ikut-ikutan memperbodoh kawan-kawan yang lain mentang-mentang tau duluan, kesannya udah ikut mengawinsilangkan paling sok tauuu aja, katrok.. aja bangga
myadenium.com : Menurut Mas Tukul tau ngga perbedaan arabicum yang namanya PNW, BG, golden crown, dll.
Tukul : Dari kacamata kepakaran saya kita harus melihat dengan kepala dingin. sama seperti kita beli tanaman koleksi lainnya. kita melihat nilai estetikanya disana atau cuman mau punya. kalau lihat estetikanya, pasti ada yang kita suka dan kurang suka, selera orang berbeda kan. Contohnya yang Golden itu pasti warnanya emas, PNW itu kayak nama partai, BG itu pasti yang bayarnya pake Bilyet Giro..
myadenium.com : wah Mas ini sok teu banget, sok inggris, sok pro aja. jangan minor aja sama bangsa sendiri.
Tukul : lho itu belum semua. dari segi ilmu marketing pilihan juga berbeda tergantung lokasi, contohnya di Thailand, arabicum yang batangnya kekar ngga laku, disana yang tinggi menjulang semampai yang punya nilai jual. Disini yang kekar, gendut umumnya pasti dilirik orang. Bahasa kerennya Preferensi konsumen. Yah cuman dalam kapitalisme Global- Imperialisme modern, kita ya memang selalu dijajah, kalau dulu dijajah paksa, sekarang dijajah sukarela, diserbu berbagai macam tawaran menarik, gambar-gambar bagus, janji-janji surga. kayak Sinetron bersambung yang ngga pernah habis. cuman bedanya dulu kita dijajah ngelawan, ga terima, sekarang bangga .
myadenium.com : kita kembali ke laptop. Pesen terakhirnya apa mas, berhubung spacenyan udah habis nih. daritadi ngelantur mulu kesana-kesini.
Tukul : saya mau pesen importin arabicum Blek jayen, sokoteranun, yang warna emas, trus mau pesen yang jo so, trus mau yang gede, trus mau..ErceEn.yang hibrid paling baru, mau yang ikut kompetisi, mau yang ...
myadenium.com : sama aja ngga ada bedanya dengan yang lain.....